Mentoring Shopee ini adalah sebuah kursus online menggunakan video yang membahas tentang bisnis online di Shopee.
Satu-satunya kursus online yang berbasis MENTORING.
Mentoring Shopee ini mungkin
satu-satunya pembelajaran yang menerapkan konsep dimana pembelajaran
menggunakan video seperti pada umumnya tapi bedanya ada support dari
kami sebagai pembuat materi.
KENAPA BERBEDA?
Karena, setiap peserta bisa langsung terkoneksi dengan kami(MENTOR) yang tidak lain adalah PENULIS BUKU BEST SELLER 100 JUTA PERTAMA DARI SHOPEE melalui grup facebook dan grup WhatsApp.
Dengan adanya grup Facebook
dan grup WhatsApp ini, diharapkan semua bentuk kendala yang dihadapi
peserta bisa langsung ditanyakan kepada mentornya langsung yaitu Jos Siant.
Untuk materinya sendiri yang akan dipelajari tentunya sangat komplit, bahkan akan terus mendapatkan update.
Artinya Anda hannya cukup sekali bayar maka sudah mendapatkan akses selamanya untuk materi pembelajaran selanjutnya.
Ada banyak sekali kursus - kursus diluar sana yang menawarkan iming-iming "DAPAT RATUSAN JUTA SETIAP BULAN" atau mungkin lebih BOMBSTIS Lagi... dimana bisa "MENDAPATKAN MILIARAN RUPIAH SETIAP BULAN"...
Saya
tidak melakukan itu. Saya tau banget dan paham betul, bagaimana kita
bisa mencapai puluhan juta, ratusan juta bahkan miliaran rupiah JIKA
KITA TIDAK MENGUASAI dari dasar sekali?? BAGAIMANA MUNGKIN?
Itulah sebabnya saya memiliki konsep mengajarkan ilmu Shopee dengan cara yang berbeda.
DIMANA BEDANYA?
Bedanya adalah saya mengajarakan dari yang paling dasar.... bahkan bisa diikuti para pemula untuk bisa berjualan dulu di Shopee. Dapatkan dulu omset ratusan ribu, jutaan hingga belasan juta secara KONSISTEN, lalu kemudian bisa meningkatkan omset tersebut setiap bulan secara lebih besar.
Jika ini dilakukan secara benar dan KONSISTEN, saya yakin akan LEBIH MUDAH untuk mengembangkanya kearah yang lebih besar.
SUDAH TERBUKTI
Materi
ini saya susun dari hasil pengalaman toko saya sendiri yang terbukti
menghasilkan. Artinya, anda cukup contek saja cara dan pola saya TANPA HARUS coba-coba lagi.
Tunggu apalagi, daftar sekarang dan dapatkan mentoring langsung dari praktisinya bahkan Penulis buku BEST SELLER
Hampir setahun, kita menjalani masa karantina meskipun seakan timbul tenggelam, tidak lock down sepenuhnya seperti di Wuhan dan tempat lainnya. Namun, kita juga sama-sama merasakan ketegangan akibat Covid-19 ini.
Ketegangan
ini tidak selalu kasatmata. Di satu pihak, ada anggota keluarga yang
terkena penyakit, di lain pihak, kita harus tetap menyelesaikan tugas
tanggung jawab profesional untuk tetap berkinerja, berproduksi sebaik
mungkin di tengah ancaman resesi dunia, sambil tetap mematuhi protokol
kesehatan. Di sinilah kecemasan yang invisible itu ada. Kecemasan ini bisa terus meningkat, apalagi bila uncertainty yang ada di lingkungan kerja ini meluas sampai pada suasana korporasi.
Bila ingin move forward ke arah strategi organisasi new normal,
kita perlu memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan mental dalam
konsep pengembangan organisasi. Bila tidak, kita akan dikejutkan dengan
jatuhnya anggota tim yang kelelahan atau sakit. Untuk itu, ada beberapa
hal yang perlu kita pertimbangkan.
Mindfulness. Kondisi yang ada bisa membuat kita merasa overwhelmed dan reaktif terhadap hal-hal yang terjadi pada kita. Konsep mindfulness memperkenalkan
kita kepada kesadaran tentang di mana kita berada dan apa yang sedang
kita lakukan. Setiap anggota tim atau karyawan diajak untuk lebih sadar
akan kebutuhan dasarnya dan dengan hati-hati menyusun mekanisme
pemenuhan kebutuhannya, mencari keseimbangan antara gaya kerja work from home dengan konsekuensi-konsekuensi yang timbul sehubungan dengan kondisi baru ini; baik keluarga, internet, maupun masalah lainnya.
Latihan
fisik, yoga, dan meditasi juga meningkatkan kesadaran, kesabaran,
ketenangan dan kemampuan menyayangi diri sendiri. Hasil akhir dari
kekuatan mindfulness selain kemampuan untuk tetap merasa nyaman
dalam situasi yang tidak nyaman, juga kemampuan untuk fokus kepada
hal-hal yang bisa kita kontrol daripada yang tidak bisa kita kontrol.
Michail Kokkoris, psikolog dari Vrije University Belanda, membuktikan,
orang dengan kontrol diri tinggi lebih mampu mengembangkan
kebiasaan-kebiasaan baru dalam menghadapi perubahan dunia yang dramatis.
Kesabaran. Supresi
terhadap kehidupan sosial yang dampak konkretnya tidak kasatmata sering
membuat tingkat kesabaran semakin rendah. Keadaan terpisah antar
individu, juga dari kebiasaan aktivitasnya, bisa menimbulkan rasa kangen
yang sering tidak terkendali. Karenanya, perusahaan perlu memikirkan
bagaimana menyediakan pelatihan menjaga kesabaran atau bahkan memasukkan
kesabaran sebagai salah satu kompetensi penting yang dipersyaratkan
dalam bekerja.
Menjadi Reseller Essenzo - Bimbingan Eksklusif oleh ABDi
Menjadi Reseller Essenzo sangat mudah, terjangkau& produk herbal 100% aman& terdaftar BPOM. Konten Produk Menarik & bimbingan digital marketing disediakan Akademi Bisnis Digital ABDi...
Rasa syukur. Oliver Sacks menulis, “I cannot
pretend I am without fear. But my predominant feeling is one of
gratitude. I have loved and been loved; I have been given much and I
have given something in return”. Organisasi yang ingin maju perlu memasukkan nilai bersyukur ini dalam agenda pengembangan karyawannya. Diskusi dan workshop mengupas rasa syukur ini perlu rutin dijalankan agar kesehatan mental tetap terjaga karena kesadaran yang tetap bekerja.
Koneksi. Selama
Covid-19, kita banyak berkompromi dalam cara-cara kita berkoneksi. Kita
perlu bersyukur, kita berada pada era digital. Kita dengan mudah dapat
menjangkau siapa saja dalam jarak ribuan kilometer sekalipun. Para
pemimpin perlu menyadari, kita adalah makhluk sosial sehingga kontak dan
koneksi dengan orang lain tidak hanya diperlukan untuk kepentingan
organisasi, tetapi juga mengisi nilai hidup pada karyawan.
Menjaga ekuilibrium mental
Beberapa
psikolog melakukan riset tentang apa yang harus kita lakukan menghadapi
masa Covid-19 yang berkepanjangan ini. Ada beberapa hal yang cukup
bermanfaat bila dilakukan dengan baik.
Jaga jarak yang sehat dari
berita-berita. Manusia memang makhluk Tuhan yang paling canggih. Namun,
itu bukan berarti manusia selalu rasional. Kita sangat terpengaruh oleh
emosi. Kita sering mengikuti pendapat orang secara intuitif saja.
Terkadang kita sulit membedakan antara fakta yang nyata dengan asumsi.
Penelitian di Polandia membuktikan, tingkat kecemasan individu
berkorelasi langsung dengan seberapa banyak ia mengonsumsi berita
tentang bahaya. Tetapi bukan berarti kita harus menutup mata dan telinga
mengenai fakta yang ada, namun kita perlu mengaktifkan saringan
rasional sehingga sinyal-sinyal yang menumbuhkan kewaspadaan bisa
ditakar dengan benar.
Challengemindset. Beberapa psikolog menyebutnya sebagai mindset yang
relevan dalam menghadapi Covid-19. Kita perlu selalu menantang diri
untuk mampu menghadapi kesulitan, keterkungkungan dan keterbatasan kita.
Bila perlu kita membuat tantangan baru yang bisa dilakukan dalam
keadaan pandemik ini.
Tentukan strategi coping yang cocok. Setiap individu memiliki cara coping yang
berbeda-beda terhadap stres. Ada yang menenangkan diri, bermeditasi,
berefleksi, tetapi sebaliknya ada yang lebih suka aktif berolah raga.
Beberapa ide coping yang didaftarkan oleh American Psychologist, antara lain:
Active coping: individu secara aktif mencari mentor, atau bahkan psikolog untuk mendengarkan keluh kesahnya dan mencari jalan keluar
Positive reframing:
individu mencari sisi positif dari suatu kondisi yang terlihat negatif.
Bisa dengan mengganti penamaan dari situasi yang dihadapi atau
menggunakan magic words sebagai ganti dari kata-kata yang mematikan mental.
Agama:
mereka yang mempelajari kajian agamanya lebih mendalam dan membangun
hubungan yang lebih dekat dengan penciptanya bisa merasa lebih tenang
karena bersandar pada Yang Ilahi.
“Legowo”: mengizinkan diri sendiri untuk mengalah pada keadaan, apalagi terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kontrol atau ubah.
Sampai
vaksin tersebar merata, cara disrupsi yang paling benar adalah
bertahan. Kita perlu terus berdisiplin dan memelihara mental agar tidak
dirongrong oleh rasa cemas yang tidak produktif. The pandemic may not be going anywhere, but neither are you.
Saat
ini berbisnis atau bekerja dari dalam rumah menjadi suatu himbauan yg
didengungkan oleh semua pihak, termasuk oleh Pemerintah. Bukan hanya
himbauan, tapi sepertinya menjadi suatu kebutuhan mendesak…!
Ya,
sejak wabah Virus Corona “Covid-19” booming awal Maret 2020 di
Indonesia, semua instansi seolah menyerukan kerja dari rumah. Padahal
wabah virus ini sudah menyebar di dunia sejak awal Januari 2020.
Apa
yg Saya tangkap dari berita seolah “berpihak” pada istilah Bisnis dari
rumah, Kerja dari rumah. Bahkan Pak Presiden dalam Pidatonya menyerukan
masyarakat Bekerja dari rumah, Belajar dari rumah. He..he….jangan ge-er yah bagi Pebisnis dari Rumah…Mungkin hanya kebetulan saja.
Tapi
terlepas dari himbauan kerja dari rumah itu adalah kebetulan atau
tidak, dari sisi Bisnis sudah saatnya diajarkan kepada generasi muda
dari sekarang utk Berbisnis dari Rumah. Mereka akan menghadapi hidup yg
lebih digital dari sekarang, termasuk Bisnis. Semua serba online &
menggunakan perangkat gadget.
Orang tua mungkin tidak terlalu
merasa butuh jika usianya sudah lanjut. Tidak terlalu “Online Minded”.
Tapi bagi generasi milenial atau pelaku bisnis jaman now, hal tsb sudah
mendesak untuk segera dikuasai. Saat darurat Corona ini saja sudah
terasa pentingnya ilmu bekerja dari dalam rumah. Dan menghasilkan uang
(produktivitas) dari dalam rumah.
Bahkan Pemerintah melalui Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah mengumumkan perpanjangan Status Masa Darurat Bencana Corona sampai 29 Mei 2020. Padahal lebaran Idul Fitri diperkirakan tgl 24-25 Mei 2020.
Apakah
ini artinya sekolah-sekolah akan libur selama itu? Termasuk Bisnis
terkait yg terkena imbasnya seperti Pariwisata, Travel, Hotel, Restoran,
Cafe, dll?
Entahlah, kita belum tahu. Tunggu saja perkembangan infonya dari Pemerintah….!
Ada
yg memperkirakan, jika dalam beberapa minggu ke depan (jika keadaan
memburuk) semua bisnis dilakukan dari dalam rumah dg teknologi digital,
maka akan banyak bisnis yg shut down (tutup). Shut downnya bisa
jadi cuma sementara, atau bisa juga selamanya. Tergantung pada kekuatan
kapital, penguasaan teknologi digital, cadangan keuangan, kekuatan
SDM-nya, dll.
Kalo sudah begitu, maka ini namanya menyangkut hajat hidup orang banyak. Menyangkut masalah perut. Menyangkut masalah penghasilan bagi semua Pelaku Bisnis.
Jadi semakin penting kan membahas Bisnis dari dalam Rumah???
Makanya judul Artikel ini ditambah kata “Kebutuhan” di depannya. Jadi berbunyi : Kebutuhan Bekerja dari dalam Rumah.
A. Liburan Darurat Bencana yg Membawa Hikmah
Dalam setiap kejadian selalu ada hikmahnya.
Dan ini sudah diajarkan Allah dalam Al-Quran.
Setiap musibah yg menimpa kita adalah karena kesalahan diri kita sendiri :
“Dan
segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan
tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” (QS.
Asy-Syuuraa: 30).
Dan setiap kebaikan atau rezeki yg datang itu adalah dari kekuasaan Allah Swt.
Mari kita belajar mencari Hikmah dari kejadian Darurat Bencana Corona Virus ini :
*1. Berkumpul Bersama Keluarga untuk Jangka Waktu lebih Lama dari Biasanya.
Biasanya kita berkumpul bersama keluarga “lengkap” hanya pada hari Raya atau pada Liburan panjang saja.
Namun
pada kondisi Darurat Bencana Corona ini, semua sekolah diliburkan.
Orang tua disarankan kerja dari rumah. Keluarga disarankan tidak keluar
rumah kecuali ada kebutuhan mendesak. Awalnya orang pada bingung apakah
saran tsb harus diterima atau tidak.
Namun setelah BNPB
mengeluarkan info Darurat Bencana Corona diperpanjang hingga 29 Mei
2020, barulah kita sadar bahwa kondisinya sudah demikian genting.
Ketika
awal Maret 2020 kita mendengar berita ada 2 orang di Depok yg positif
tertular Virus Corona ini, warga sempat panik. Apalagi kecepatan
duplikasinya sangat cepat. Sampai tanggal 18 Maret 2020 (jam 16.00 WIB)
jumlah Penderita Positif Corona yg tertular sudah 227 orang. Yang meninggal sudah 19 orang. Yang sembuh baru 11 orang. Masya Allah…!
Sudah
19 orang yg meninggal karena Wabah Corona. Yang Positif terserang
Corona sudah 227 orang. Padahal baru 2 minggu kejadiannya sejak awal
Maret 2020. Bukankah ini kejadian Sangat LUAR BIASA yg harus diWASPADAI?
Artinya Pasien bertambah 225 orang hanya dalam tempo 2 minggu.
Bukannya ini kondisinya bisa lebih besar lagi kalo kita tidak disiplin
menjaga diri?? Belum lagi penderita yg masih berkeliaran di jalan karena
mungkin belum terdeteksi.
Bahkan menurut pemahaman Dokter yg
telah meneliti seluk-beluk Virus, bencana di Bulan Maret 2020 ini
barulah awal. Potensi menyebar masih lebih luas lagi kalau kita tidak
displin membatasi diri. Karena perjalanan mutasi & evolusi Covid-19
ini masih sangat panjang.
Oleh
karena itu, ketika kita diperintahkan berkumpul di rumah bersama
keluarga dengan meliburkan semua aktivitas di luar, maka ini kesempatan
untuk Konsolidasi antara Ayah, Bunda, dan Anak-Anaknya.
Grafik
kasus Positif Corona yg meningkat dari hari ke hari. Dalam 1 hari ini
saja (18 Maret) sudah ada peningkatan 55 orang baru yg positif kasus
Corona. Waspada tingkat tinggi…!!!
*2. Kesempatan Beribadah & Berdoa dengan lebih Khusuk.
Pernahkan Anda merasa khusuk berdoa ketika dalam keadaan terdesak atau terjepit?
Misal : Ketika ada anggota keluarga kita yg sakit parah & sedang dirawat di rumah sakit.
Atau ketika kita sedang kondisi minus keuangan, tapi harus membayar sejumlah tagihan yg sudah lewat jatuh tempo?
Atau ketika kapal yg kita tumpangi sedang oleng bergoyang di atas Samudera luas karena ombak yg sangat besar?
Dalam
kondisi terdesak tsb biasanya kita sangat merasa dekat dg Allah. Berdoa
dengan khusuk agar musibah atau kesulitan kita segera diangkat. Apa
saja doa yg diingat di kepala kita panjatkan. Berharap segera ada
KEAJAIBAN yg datang.
Begitu pula ketika kita menganggap Bencana
Corona “Covid-19” ini sebagai bencana nasional. Kita harus waspada meski
saat ini belum merasa tertular & sehat-sehat saja. Karena banyak
juga Pasien yg tertular Corona tidak menunjukkan gejala-gejala sakit
sebelumnya.
Bahkan menurut info Dokter Ahli Paru dari Rumah Sakit
Persahabatan Jakarta melalui sebuah Audio (dr. Fahmi Alattas), ada kasus
orang yg masuk Rumah Sakit adalah orang yg tidak keluar rumah
sebelumnya. Atau orang yg sehat-sehat saja. Namun dia tertular dari
Saudaranya yg jalan-jalan ke luar negeri & pulang ke rumah membawa
Virus Corona di tubuhnya.
Yang
masuk Rumah Sakit adalah dia yg diam di rumah, sementara saudaranya yg
jalan-jalan tadi menularkan Virus ke rumahnya tanpa disadari. Ini
artinya, setiap orang punya potensi tertular atau menularkan Virus
Corona ke orang lain.
Maka kita disarankan lebih baik berdiam
diri di rumah tanpa melakukan perjalanan jauh bagi anggota keluarga yg
lain. Tunda semua kegiatan yg sifatnya berkumpul di kerumunan orang
banyak.
Dan banyak-banyak berdoa agar Allah menghindari diri kita
& keluarga dari ujian Penyakit yg sedang mewabah ini. Bagi Allah
tidak ada yg tidak mungkin jika kita terus berdoa. Apa saja bisa
dikabulkan Allah.
Asalkan berdoa dg khusuk, penuh harap & rasa takut, serta memperhatikan waktu-waktu mustajab untuk berdoa…!
*3. Ajari Anak-Anak untuk Belajar dari Rumah secara Mandiri (Home Schooling).
Jika
di rumah tidak ada kegiatan positif & menarik untuk anak-anak, maka
mereka akan cepat bosan. Apalagi liburnya cukup panjang & gak boleh
pergi jalan-jalan keluar. Semuanya harus dikerjakan dari rumah.
Bisa jadi mereka akan berantam antara adik & kakak. Karena energinya tidak tersalurkan dg baik.
Ayah & Bunda perlu menyiasati supaya mereka tetap produktif di rumah.
Gimana caranya?
Bisa dengan mengerjakan tugas-tugas dari Guru.
Bisa juga dengan mengerjakan “tugas-tugas” hobi sang anak.
Bisa juga dengan mengajari anak ilmu dasar Digital Marketing.
Anak
Saya yg setingkat TK, SD, & SMA selalu mendapat tugas-tugas dari
Gurunya via WA. Tentunya menumpang nomor WA ibunya. Kalo yg TK, gurunya
langsung japri ke WA pribadi. Namun kalo yg sudah SD & SMA tugasnya
dikirim via Grup WA.
Saya pikir anak-anak Sobat Pembaca juga begitu ya.
Dengan
adanya tugas-tugas dari Guru tsb, anak-anak punya kesibukan positif di
rumah. Orang tua juga mendukung dg memberikan support, misal dokumentasi
foto kerja untuk laporan ke Gurunya, memberikan bimbingan hafalan ayat
jika kebetulan tugasnya adalah hafalan doa-doa, dsb.
Bagaimana dg tugas-tugas “Hobi” anak?
Nah ini lebih seru lagi bagi mereka.
Biasanya anak-anak kecil punya hobi menggambar atau mewarnai.
Di
masa libur ini, beri kesempatan kepada mereka corat-coret gambar
sebanyak-banyaknya di kertas. Buat aturan seru. Misal, setiap 1 gambar
selesai, maka serahkan ke Ayah atau Bunda untuk dinilai. Beri nilai
terbaik yg membuat mereka semangat. Tanyakan juga apa penjelasan makna
gambar tsb.
Jika mereka melihat nilai 80 misalnya, tentu anak-anak
akan tertawa ceria. Sambil tersenyum, ayah Bunda bisa memberi kode
untuk menlanjutkan gambar yg lain.
Anak Saya yg SD punya hobi membuat hasta karya. Salah satunya kalender duduk yg dibuat dari kertas.
Kertasnya
dibuat bolak-balik persis seperti kalender. Lalu setiap halaman dibuat
angka-angka kalender dari 1 sampai 31. Dan bulannya dari Januari sampai
Desember 2020. Persis meniru kalender duduk beneran yg ada di dekat meja
kerja Saya.
Satu lagi, jika Ayah Bunda ada yg punya pengetahuan
Digital Marketing, atau pernah praktek Digital Marketing, ada baiknya
ditularkan ke anak-anak sekarang.
Ini kesempatan untuk menularkan ilmu Digital Marketing dasar kepada anak-anak. Mumpung mereka punya banyak waktu di rumah.
Apa yg diajarkan??
Gak perlu terlalu susah. Ajarkan saja ilmu dasar tentang Riset Pasar di Google misalnya.
Atau ilmu cara menulis postingan Seo friendly di Blog.
Atau ilmu cara promosi di Facebook & IG.
Yang penting buat mereka paham & tertarik dulu.
Setelah paham, besok-besok bisa dilanjutkan materi lain yg berkesinambungan.
Gimana, banyak ide kan untuk anak-anak?
*4. Ayah Belajar, Bekerja, atau Berbisnis dari Rumah (Work from Home).
Apakah Anda seorang Ayah yg tidak terbiasa bekerja online karena selama ini hanya fokus di offline?
Ataukah Anda seorang pelaku Bisnis Online yg full time atau part time?
Apapun profesi Anda sebelumnya, kini saatnya Anda putar haluan untuk mengikuti kondisi terbaru yg serba online.
Sukarela
atau terpaksa, mau atau tidak mau, Anda harus melakukan sesuatu yg
bermanfaat via online. Jika tidak, keadaan di rumah akan membosankan.
Anda tidak akan punya kegiatan produktif di rumah.
Mulai sekarang (sebelum terlambat), belajarlah bekerja atau berbisnis dari dalam rumah….!
*5. Ibu Bisa Mengurus Rumah Tangga lebih Kompak dg Keluarganya.
Apakah Anda Ibu Rumah Tangga yg sehari-harinya di rumah?
Ataukah Anda Ibu Rumah Tangga yg terpaksa tinggal di rumah karena kondisi “dirumahkan” akibat wabah Corona?
Apapun stutus Anda sebagai Ibu di rumah, kini saatnya lebih kompak di rumah bersama anak-anak & suami.
Misal, Ibu bisa memasak makanan kesukaan anak-anak & suami.
Dengan ibu memasak di rumah, keluarga bisa lebih teratur makannya, baik makan pagi, siang, dan malam hari.
Ibu
juga bisa mengajak anak & suami bersih-bersih rumah bareng. Misal
mencuci sarung bantal, mencuci piring, membersihkan kaca rumah,
membersihkan motor, melap mobil, dll.
Ibu bisa membuat suasana rumah lebih hidup dg mengatur pembagian kerja bersama di rumah.
*6. Pertimbangkan Belajar Digital Marketing untuk SOLUSI Jangka Panjang “Work for Home”.
Dengan
berkumpulnya Ayah, Bunda, dan anak-anak di rumah, ini merupakan
kesempatan emas untuk belajar Digital Marketing lebih serius.
Jika
sebelumnya Ayah Bunda pernah mendengar orang-orang sukses mendapatkan
Penghasilan dari dalam rumah, kini saatnya belajar mengikuti jejak
mereka.
Dengan berkumpulnya keluarga di rumah, tentu dukungan akan full dari semua anggota keluarga.
Apalagi kondisi libur panjang yg belum tahu kapan selesainya.
Dari
pada menghabiskan waktu menunggu kondisi membaik, ada baiknya Ayah
Bunda isi dengan ilmu produktivitas yg bermanfaat dari rumah.
Bisnis
Online dg Digital Marketing membutuhkan modal yg kecil. Yang paling
besar dibutuhkan adalah usaha untuk mau belajar & fokus. Itu yg
mahal (niat mau belajar & fokus).
Jika tepat menerapkan ilmu Digital Marketing, Anda akan tahu hal-hal berikut :
-Apa saja yg dibutuhkan orang saat krisis wabah Corona ini?
-Bagaimana cara promosi Produk/Jasa kita kepada orang yg membutuhkannya?
-Bagaimana cara followup supaya orang mau membeli Produk/Jasa yg kita tawarkan?
-Bagaimana caranya agar orang percaya transfer ke Rekening kita?
-Bagaimana menjaga hubungan baik dg Pelanggan?
-dll.
Menurut
Raditya Dika, menjadi seorang businessman yang baik adalah ketike
melihat masalah tersebut menjadi tantangan, bukan rintangan.
Sedangkan bagi Rico Huang, pemilihan partner yang tepat adalah kunci
sukses menjalankan bisnis. Termasuk dalam memilih layanan hosting untuk
website bisnisnya. Dengan server yang memadai dan tidak mudah down dari
Niagahoster menurutnya sangat mendukung kinerja perusahaan.
Memaksimalkan Potensi Internet dengan Niagahoster..
Rico Huang sudah merekomendasikan Niagahoster, kapan giliran anda?
B. Bagaimana Cara Memulai Bisnis atau Bekerja dari Rumah?
Ini
pertanyaan yg sangat sering diajukan oleh Para Pemula. Apalagi
akhir-akhir ini banyak orang dirumahkan atau bekerja dari rumah.
Jika yg dimaksud bekerja adalah bagaimana menjalankan Bisnis dari rumah, maka Kami bisa menjelaskannya dalam tulisan ini.
Untuk mereka yg bukan Pemula atau Bisnisnya sudah running dari rumah, yg jadi persoalan sekarang adalah bagaimana cara memperbesar jumlah Pengunjung & Pembeli.
Namun untuk mereka yg baru mau memulai, maka hal yg pertama harus dilakukan ada 2 :
*1. Cari Tahu Produk atau Jasa apa yg laku di Pasaran?
*2. Cari Tahu di mana Mencari Supplier Produk atau Jasa tsb?
Baiklah Sobat. Mari kita bahas satu per satu.
Solusi Mudah Sehat Sejahtera - Solusi Sehat Dengan Herbal Alami..
Selamat
Datang di DavitHerbal
Distributor Nasional Produk Herbal
Berkualitas & Terjamin.
Dapatkan Diskon 10% s/d 30%
Untuk Reseller dan Agen Hebat Kami, Segera Gabung Bersama Kami.
*1. Cari Tahu Produk atau Jasa apa yg laku di Pasaran?
Anda bisa mencari tahu Produk yg banyak permintaan pasarnya dari 3 sumber :
-Dari Alat Riset di Google (Google Trend & Google Keyword Planner).
-Dari alat Riset di Facebook & Instagram (Audience Insight) – namun tidak sedetail Google datanya.
-Dari Produk yg laris di Market Place.
Dari
semua sumber pasar di atas, yg paling lengkap adalah dari Google.
Selain ada jumlah angkanya, juga ada kata kunci yg diketikkan orang. Ini
menandakan NIAT orang yg ingin beli sesuatu.
Dengan mengetahui jumlah pasar di Google, kita bisa asumsikan bahwa di Facebook & Market Place hampir sama kebutuhannya.
Karena ada 2 milyar pencarian/hari di Google dari seluruh dunia.
Dengan
Pengguna internet di Indonesia 171 juta orang lebih, pasti sebagian
besar mereka menggunakan Google untuk mencari sesuatu (referensi). Dan
dari angka tsb, ada sekitar 150 juta orang Indonesia yg punya akun
Facebook + Instagram. Sebagian dari Pengguna internet di atas
menggunakan Market Place sebagai media tempat belanja.
Pengguna internet di Indonesia sudah di atas 171 juta orang
dari total jumlah penduduk 264,16 juta jiwa. Ini merupakan pasar yg
besar jika kita memanfaatkan ilmu #BisnisdariRumah sebagai fokus kerja
saat ini.
Baiklah untuk mempermudah Praktek, Kami tunjukkan cara Riset Kata Kunci di Google.
Tes Google Trend untuk pencarian kata kunci Vitamin C selama masa darurat Corona di Indonesia.
*1.2. Lalu ketikkan suatu kata kunci yg berhubungan dg produk fisik atau jasa.
Pikirkan produk yg sedang dicari orang mengikuti trend saat ini.
Misal, sekarang sedang wabah Corona, banyak orang berdiam diri di rumah dengan memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit (virus).
Salah satu Suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah Vitamin C.
Setelah ketik kata Vitamin C, lalu tekan enter. Maka akan terlihat grafik seperti gambar berikut :
Hasil
pencarian Vitamin C meningkat drastis Trendnya sejak tanggal 8 Maret
2020. Yaitu sejak 1 minggu pengumuman Kasus Corona pertama di Depok tgl 2
Maret 2020.
*1.3. Lalu jika kita scroll ke bawah, akan terlihat 5 Kota terbesar yg mencari Vitamin C (dari 31 Kota di Indonesia):
5
Kota tertinggi pencari Vitamin C saat Riset ini dilakukan adalah :
Pontianak, Bogor, Depok, Banjarmasin, dan Kota Tangerang Selatan. Hasil
ini bisa dimanfaatkan untuk target kota jualan produk Vitamin C.
*1.4. Lalu Google juga menyediakan 25 kata kunci turunan untuk referensi bagi Sobat yg ingin menjual Vitamin C:
Kata kunci turunan Vitamin C yg bisa Sobat jadikan referensi untuk mencari Produknya lebih detail ke Suplier (1).Kata kunci turunan Vitamin C
yg bisa Sobat jadikan referensi untuk mencari Produknya lebih detail ke
Suplier (2). Bahkan kata kunci ini bisa diriset lebih detail lagi
menggunakan alat Riset Google Keyword Planner (GKP).
Setelah
kita punya gambaran kata kunci produk yg sedang banyak dicari orang
saat ini dg Google Trend, kita juga bisa memperdalam kata kunci tsb
menggunakan alat Riset Google Keyword Planner (GKP).
Klik menu Login di sebelah kanan atas. Gunakan Akun Gmail yg sudah ada untuk bisa login.
Karena alat tsb adalah alat untuk pasang iklan Google, maka Anda akan diarahkan pasang iklan jika login menggunakan akun gmail.
Saran Kami, abaikan saja perintah pasang iklan tsb dg skip di bagian paling bawah
(yg ada tulisan kecil). Skip beberapa kali sampai diminta setting Akun
menggunakan Bahasa Indonesia & Mata Uang Rupiah. Setelah itu baru
Save.
(Proses alur di atas hanya
terlihat pada Akun Gmail yg baru pertama kali dipakai untuk akses Alat
Google Ads ini. Untuk Akun lama seperti Kami, maka alur login di atas
tidak terlihat. Langsung dibawa ke Akun Google Ads seperti poin *1.6. di
bawah).
*1.6. Nanti Anda bisa pilih logo kunci inggris di kanan atas (Setting). Lalu pilih menu Perencanaan, klik sub menu Perencana Kata Kunci (keyword Planner) :
Klik sub menu Perencana Kata Kunci (Keyword Planner) untuk mulai melakukan riset kata kunci di Google.
*1.7. Muncul jendela Riset Kata Kunci baru seperti ini :
Klik kotak sebelah kiri “Dapatkan Kata Kunci baru”.
*1.8.
Lalu Sobat isi Kata Kunci di bawah dg Produk atau Jasa yg sudah Diriset
pada alat Google Trend di atas. Misal kata kunci Vitamin C dan
turunannya :
Ketikkan
beberapa kata kunci yg dipisahkan dg tanda koma, lalu tekan spasi (mi
2, maks 10 keyword). Gunakan kata kunci hasil Riset pada alat Google
Trend sebelumnya. Lalu tekan tombol DAPATKAN HASIL.
*1.9. Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah :
Masya
Allah! Hasil dari riset latihan Vitamin C di atas menunjukkan jumlah
pencarinya sangat banyak. Dari 5 kata kunci yg Saya ketik terkait
Vitamin C, Google memberikan jawaban 126 kata kunci terkait. Jumlah pencarinya pun berlimpah, sampai 100 ribu per bulan.Kata
kunci turunan yg diberikan Google juga sangat bagus. Merujuk pada hasil
ketikan orang yg lebih SPESIFIK tentang Vitamin C. Kata kunci ini bisa
bernilai potensial Buyer bagi Sobat yg ingin menjual segala sesuatu
terkait Vitamin C, misal: minuman, dosis Vitamin C, dll.
*1.20. Untuk hasil lebih lengkap, Anda bisa mendownload hasil riset di atas dalam bentuk File Excel. Klik di sebelah kanan atas yg ada tulisan DOWNLOAD IDE KATA KUNCI. Hasil tabel Excel terlihat seperti contoh di bawah:
Hasil download file Excel menunjukkan menu & angka yg masih asli. Belum dirapikan.File
Excel yg sudah dirapikan. Sangat mudah terlihat bahwa ada beberapa kata
kunci Potensial Buyer terkait Vitamin C (sesuai tanda panah). Jumlah
pencarinya Ribuan orang per bulan. Jika Saya scroll ke
bawah, maka jumlah kata kuncinya ada 126 baris. Sementara kolom yg
sebelah kanan menunjukkan biaya iklan jika Anda mau mendatangkan
Pengunjung dg cara Google Ads. Namun jika tidak mau pasang iklan,
gunakan ilmu SEO Google.
Tunggu kelanjutan ilmunya ya.
Selamat belajar & bekerja dari dalam rumah.
Semoga Kita bisa melewati cobaan penyakit yg sedang melanda Indonesia ini dg penuh HIKMAH…!
Sukses untuk Kita yg mau mengambil HIKMAH dari setiap KEJADIAN.
Davit Putra, RWP.
"Work
From Home (WFH)" itu kalimat yg skrg menjadi sangat terkenal, ada yg
menanggapi dengan rasa "bahagia" krn waktu lebih banyak dgn keluarga,
ada pula yg "cemas" terutama mereka yg pekerjaannya berhubungan dgn
interaksi secara fisik ke bnyk orang.
Tahukah
anda bahwa "trend global" sdg menuju ke arah "virtual atau dunia maya"
dimana ruang dan waktu bukan suatu keharusan utk dpt berkomunikasi,
berinteraksi, bahkan bertransaksi??.
Tahun
2025, Ekonomi Digital Indonesia diprediksi menembus US$ 130 miliar,
seperti disampaikan Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, 10/10/2019).
Oleh
karena itu, siapkan diri anda untuk menunggangi trend ini, dgn
mempelajari dan mempraktekkan pengetahuan di bidang internet, agar tdk
khawatir "tergeser dari pasar" krn masih mempertahankan cara lama.
Ada
moment spesial, seminar gratis on-line tentang "3 skill terpenting
dalam bisnis internet", yg akan membagikan cara dan sistem yg digunakan
para pebisnis on-line agar berpenghasilan besar dan bahkan menciptakan
"passive income" dari internet.
Segera ambil
peluang ini dengan klik link dibawah ini dan segera mendaftar untuk bisa
mengikuti webinar on-line di jadwal terdekat..
Jangan terlalu lama MENUNDA....
Ayooh Sobat, manfaatkan Teknologi Internet untuk KEBEBASAN WAKTU Bekerja & menghasilkan besar...